Liburan Santri jadi Waktu Istirahat atau Momen untuk Berkembang?


Liburan merupakan hal yang sangat ditunggu bagi kalangan non santri terlebih bagi para santri yang jarang pulang karena harus menjalani pendidikan di pondok pesantren. Bukan hal yang mengagetkan jika kebanyakan dari mereka ingin menghabiskan waktu liburan dengan bersantai, main hp, berkumpul dengan keluarga, atau rekreasi untuk menghilangkan kejenuhan setelah satu tahun disibukkan kegiatan di pesantren.

Seharusnya bagi santri, liburan menjadi waktu untuk murojaah hafalan Al-Quran, muthala’ah, bahkan dapat mengikuti kajian ramadhan entah itu luring ataupun on line. Sebagaimana sabda Nabi dalam hadisnya:

Berusahalah untuk apa yang bermanfaat bagi Anda dan carilah bantuan dari Tuhan dan jangan gagal.

Artinya: “Bersemangatlah terhadap hal-hal yang bermanfaat bagimu. Mintalah pertolongan kepada Tuhan, jangan lemah.” (HR.Muslim)

Sebagai pencari ilmu kita harus menggunakan waktu liburan untuk hal-hal yang bermanfaat, jangan gunakan padahal yang tidak bermanfaat bahkan mengabaikan diri dari berbagai rutinitas Ramadhan yang biasa dilakukan di pesantren, seperti: shalat tarawih, dan tadarus al-Quran. Karena kesempurnaan Islam seseorang adalah dengan meningalkan hal-hal yang tidak bermanfaat. Nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

Majalah TebuirengIklan Tebuireng Online

Salah satu keistimewaan keislaman seseorang adalah ia meninggalkan apa yang tidak ada gunanya

“Di antara kebaikan islam seseorang adalah meninggalkan hal yang tidak bermanfaat”. (HR. Tirmidzi no.2317)

7 Cara Produktif Saat Liburan

Lantas bagaimana cara agar liburan lebih produktif? Menjadi produktif tidak selalu berarti melakukan aktivitas berat yang dianggap membosankan, seperti belajar atau bekerja. Produktivitas dapat diartikan sebagai melakukan hal-hal bermanfaat, baik itu tindakan kecil untuk diri sendiri, lingkungan, maupun sesama. Setiap santri harus mempunyai target apa yang ingin dicapai dengan melakukan hal-hal positif.

Berikut adalah beberapa cara untuk tetap produktif saat liburan:

  1. Membuat Rencana

Seringkali, kita menghabiskan waktu liburan dengan bersantai, bermain gadget, atau hanya bermalasan. Bagi yang cenderung rebahan, sangat penting untuk tetap produktif dengan membuat peta perencanaan dan daftar target yang akan dicapai. Mulailah dengan membuat daftar kegiatan yang ingin dilakukan, termasuk ibadah, belajar, dan kegiatan sosial. Susun jadwal yang realistis dan seimbang, Misalnya, menyelesaikan khataman al-Quran selama di rumah sebanyak satu kali, membaca kitab atau buku yang bermanfaat, atau berpartisipasi dalam kegiatan sosial seperti membagikan takjil, zakat, dan sebagainya. Dengan perencanaan yang matang, liburan akan lebih terarah dan bermanfaat.

2.Konsisten dalam Melaksanakan Rencana

Merencanakan sesuatu tanpa konsistensi akan sia-sia. Oleh karena itu, bagi yang sering menunda pekerjaan, mulailah melatih disiplin dan konsistensi agar apa yang telah direncanakan bisa diselesaikan dengan baik dan tuntas. Diriwayatkan oleh al-Bukhari dan Muslim. Dari Aisyah, dia mengatakan:

Rasulullah SAW, mempunyai sebuah tikar, lalu beliau menggulungnya di malam hari dan berdoa di atasnya, lalu membentangkannya di siang hari dan duduk di atasnya, maka beliau mengajak orang-orang bertaubat kepada Nabi. Mereka berdoa dengan doa-doanya hingga menjadi banyak, kemudian beliau berpaling kepada mereka dan berkata: Wahai manusia, kerjakanlah amal sebanyak-banyaknya, karena Allah tidak akan lelah hingga kamu lelah. Amalan yang paling dicintai Allah adalah amalannya kekal meskipun sedikit.

Artinya: “Rasulullah memiliki matras tidur, dan Rasulullah menjadikan matras itu menjadi tembok (ruangan) pada malam hari, lalu beliau shalat diatasnya. akta). Dan sesungguhnya amalan yang paling dicintai oleh Allah adalah amalan yang terus-menerus (terus menerus), walaupun kecil.”

3.Meningkatkan Ibadah

Ramadhan merupakan bulan yang penuh berkah, dimana kita dihimbau untuk memperbanyak ibadah agar mendapatkan pahala yang berlipat ganda. Setiap perbuatan baik yang dilakukan pada bulan ini akan diberi pahala dua kali lipat. Beberapa amalan ibadah yang dapat dilakukan antara lain: shalat wajib dan sunnah, membaca Al-Qur’an, mengaji dan berdoa, bersedekah.

4.Menjauhkan Diri dari Hal yang Tidak Berguna

Penting untuk menjauhkan diri dari aktivitas yang tidak produktif, seperti nongkrong untuk bermain game, pacaran, berkumpul dengan lawan jenis yang bukan mahram, atau sekadar mengobrol tidak jelas. Bahkan, hal yang lebih buruk seperti membicarakan keburukan orang lain (ghibah).

  1. Manfaatkan Waktu untuk Belajar

Liburan Ramadhan adalah kesempatan yang baik untuk memperluas wawasan dan menambah ilmu. Gunakan waktu luang untuk mempelajari hal-hal baru atau memperdalam materi yang sudah dipelajari. Beberapa aktivitas belajar yang bisa dilakukan antara lain: membaca buku, mengikuti kajian, belajar bahasa arab, mengulang pelajaran.

  1. Jaga Kesehatan Fisik dan Mental

Kesehatan sangat penting, terutama selama berpuasa. Untuk menjaga kesehatan fisik dan mental makan dan minum yang sehat, olahraga ringan, istirahat yang cukup, kelola stres. Dengan kesehatan yang baik akan mendukung kelancaran segala aktivitas. Seperti halnya kendaraan, tubuh yang sehat adalah mesin yang kuat untuk mencapai tujuan.

  1. Berteman dengan Orang yang Positif

Pilihlah teman yang memiliki energi positif. Berteman dengan orang-orang yang membawa pengaruh baik akan memberi semangat dan motivasi. Sebaliknya, berteman dengan orang yang memiliki pengaruh negatif bisa merusak mental dan kesehatan emosional kita.

Liburan bagi santri bukan hanya waktu untuk bersantai, tetapi juga kesempatan untuk tetap produktif dengan kegiatan yang bermanfaat. Dengan perencanaan yang matang dan konsistensi dalam menjalankan aktivitas, santri dapat memanfaatkan waktu untuk meningkatkan ibadah, memperdalam ilmu, serta menjaga kesehatan fisik dan mental.

Menjauhi hal-hal yang tidak berguna dan bergaul dengan lingkungan yang positif akan membantu santri mengisi liburan dengan hal-hal yang lebih bermakna dan berkah. Semoga setiap santri dapat menjadikan liburan ini sebagai waktu yang berharga untuk terus berkembang, baik dalam keilmuan maupun ibadah sehingga santri bisa kembali ke pesantren dengan ilmu dan pengalaman baru yang lebih baik yang dapat membawa manfaat jangka panjang bagi kehidupan dunia dan akhirat. Aamiin..

Baca Juga: Pilih Liburan Produktif atau Rekreatif?


Penulis: Mohammad Bahrul Ulum, santri PP. Mansajul Ulum dan Mahasiswa IPMAFA Pati

Editor: Sutan



Berita Terkini

Berita Terbaru

Daftar Terbaru

News

Jasa Impor China

Berita Terbaru

Flash News

RuangJP

Pemilu

Berita Terkini

Prediksi Bola

Technology

Otomotif

Berita Terbaru

Teknologi

Berita terkini

Berita Pemilu

Berita Teknologi

Hiburan

master Slote

Berita Terkini

Pendidikan

Resep

Jasa Backlink

Slot gacor terpercaya

Anime Batch