Penamaan Bulan Qamariyah, Sikap Bijak Islam Memandang Budaya


Dr. H. Mohamad Anang Firdaus.

Oleh: Dr. H. Mohamad Anang Firdaus*

Ketika Nabi Muhammad membawa risalah Islam, beliau tidak lantas mengganti nama-nama bulan tersebut. Penamaan itu sudah ada sebelum Islam datang dan awalnya tidak ada sangkut pautnya dengan urusan akidah agama, karena bangsa Arab kala itu menamai bulan murni berdasarkan patokan gejala alam yang meliputinya.

Sesungguhnya segala puji bagi Allah, kami memuji-Nya, kami memohon pertolongan dan ampunan-Nya, dan kami berlindung kepada Allah dari keburukan diri kami dan keburukan amal kami. Siapapun yang diberi petunjuk oleh Allah, maka tidak. Dia menyesatkannya, dan siapa pun yang menyesatkannya, tidak mempunyai petunjuk. Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah, dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba-Nya, Rasul-Nya, sahabat-Nya, dan orang pilihan-Nya. Dia menyampaikan pesan dan memenuhinya. Kejujuran dan nasehat kepada bangsa, dan Tuhan menghilangkan duka melalui dirinya

Ya Allah, berkahilah dan anugerahkanlah shalawat kepada junjungan kami Muhammad, keluarganya, para sahabatnya, dan orang-orang yang mengikuti mereka dalam amal shaleh hingga hari kiamat.

Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah sebagaimana mestinya mereka ditakuti, dan janganlah kamu mati kecuali sebagai orang Islam.

Jamaah Jumat rahimakumullah,

Marilah kita selalu meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT. omong-omong imtitsal awamirillah wa ijtinabu nawahihiyaitu dengan melakukan apa yang diperintahkan Allah dan menjauhi apa yang dilarang-Nya. Juga, kita tidak boleh meninggalkan dunia ini tanpa membawa iman di dalam hati kita.

Baca Juga: Cara Meraih Pahala dari Hal yang Mubah

Jamaah Jumat rahimakumullah,

Majalah TebuirengIklan Tebuireng Online

Jika ada ungkapan bahwa Idulfitri lebih baik daripada lebaran, atau istilah Idulfitri lebih islami daripada pestamari kita simak bersama bagaimana Nabi Muhammad SAW. mengajarkan kita bagaimana berinteraksi dengan tradisi dan budaya.

Penamaan bulan Qamariyah yang ditulis Imam at-Tabari ternyata sudah ditetapkan jauh sebelum kelahiran Nabi Muhammad SAW. sekitar 150 tahun sebelum turunnya kenabian, atau lebih dari 200 tahun sebelum risalah Islam turun.

Penamaan bulan-bulan Qamariyah ini ditetapkan pada masa Kilab ibn Murrah, kakek kelima Nabi. Beliau berhasil menyatukan istilah dan penamaan bulan di seantero Jazirah Arab melalui pertemuan dengan para pembesar kabilah. Dari pertemuan itulah disepakati nama-nama bulan yang kita kenal sekarang, dengan tujuan agar masyarakat tahu kapan rangkaian ibadah haji dilaksanakan.

Baca Juga: Trik Sedekah Tanpa Melakukan Apa Pun

Oleh karena itu, ketika Nabi Muhammad membawa risalah Islam, beliau tidak lantas mengganti nama-nama bulan tersebut. Penamaan itu sudah ada sebelum Islam datang dan awalnya tidak ada sangkut pautnya dengan urusan akidah agama, karena bangsa Arab kala itu menamai bulan murni berdasarkan patokan gejala alam yang meliputinya.

Sebagai contoh, Muharram dinamakan demikian karena pada waktu itu dilarang berperang (gencatan senjata) dan orang Arab sedang menyiapkan barang dagangan mereka. Bulan Safar disebut demikian lantaran orang Arab mengosongkan (menggeser) rumah mereka untuk berperang atau berdagang. Dinamakan Ramadhan demikian karena cuacanya yang sangat panas (‘syiddah al-ramdha’).

Sementara itu, Syawal diambil dari kata syawwalat al-ibil. Para ulama ensiklopedia menjelaskan bahwa penamaan Syawal merujuk pada kalimat rafa’at al-ibilu bi adnabihayaitu momen ketika unta-unta mengangkat ekornya.

Ada dua kemungkinan mengapa unta mengangkat ekor: karena memasuki masa kawin, atau karena air susunya telah mengering. Akibat mengeringnya air susu ini, bangsa Arab jahiliah menganggap bulan Syawal sebagai bulan kesialan (tidak mendatangkan berkah). Mereka bahkan takut menikah atau menikahkan anak di bulan Syawal karena khawatir akan tertimpa nasib buruk.

Setelah Islam datang, sentimen-sentimen negatif tersebut diubah oleh Allah melalui Nabi Muhammad SAW. Nama bulannya tidak diubah—tetap Syawal—namun substansinya didekonstruksi oleh Nabi SAW. Beliau mematahkan mitos kesialan tersebut dengan cara menikahi istri-istri beliau justru di bulan Syawal.

Baca Juga: Adab dan Rahasia Terkabulnya Doa

Pertamabeliau menikah dengan Sayyidah Sauda pada bulan Syawal tahun kesepuluh kenabian. KeduaSayyidah Aisyah menikah pada bulan Syawal dua tahun sebelum hijrah, dan ketika tiba di Madinah setelah perang Badar, Nabi SAW mulai hidup bersama dengan Sayyidah Aisyah juga pada bulan Syawal. Ketigabeliau pun menikahkan Sayyidah Ummu Habibah dan Sayyidah Ummu Salamah di bulan Syawal.

Melalui teladan ini, Nabi Muhammad SAW mengajarkan kepada kita bahwa pelurusan makna terhadap suatu tradisi sangat diperlukan jika tradisi tersebut membahayakan akidah. Sikap tasya’um (merasa sial) pun diganti dengan sore (optimisme, mengharap keberuntungan, dan doa). Abul Qasim al-Suhaili, seorang ulama yang hidup pada awal abad ke-6 Hijriah, dalam kitabnya Al-Raudh al-Unufmenjelaskan terkait bandara isytiqaq (derivasi bahasa). Ketika kata “Syawal” yang awalnya melekat dengan makna raf’ul dzanab (unta mengangkat ekornya), berubah makna secara spiritual menjadi raf’ul dzunub (diangkat/dihapusnya dosa-dosa).

Di sinilah terjadi pergeseran paradigma (pergeseran paradigma): penamaan bulan Syawal yang awalnya murni karena gejala alam tanpa makna, diubah menjadi paradigma yang spiritual-sufistik. Sebagaimana unta mengangkat ekor-ekornya, Allah SWT juga mengangkat dosa-dosa orang yang berpuasa berkat keberkahan bulan Ramadan.

Baca Juga: Awas, Ini Ciri Ulama Bani Israel yang Suka Menjilat

Oleh karena itu, sangat wajar apabila para penyebar Islam pertama di Nusantara, yakni Walisongo, yang sangat paham akan kearifan dan keluhuran ajaran Islam, memilih istilah-istilah lokal seperti lebaran, bodohatau pesta untuk mengekspresikan kegembiraan Idulfitri.

Dalam berbagai kesempatan, pengasuh kami, KH. Abdul Hakim Mahfudz, selalu menekankan pentingnya kaidah yang dipegang teguh oleh Nahdlatul Ulama (NU): al-muhafazhatu ‘alal-qadimis-shalih, wal-akhdu bil-jadidil-aslah (memelihara tradisi lama yang baik dan mengambil tradisi baru yang lebih baik). Marilah kita bersama-sama menjaga warisan keluhuran yang telah diberikan oleh para pendahulu kita, utamanya fondasi-fondasi sufistik yang telah ditanamkan oleh Walisongo.

Semoga Tuhan memberkati Al-Qur’an Agung untuk saya dan Anda, dan memberi manfaat bagi saya dan Anda dengan ayat-ayat dan zikir bijak yang dikandungnya, dan menerima bacaannya dari saya dan dari Anda. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. Aku mengucapkan hal ini dan mohon ampun kepada Tuhan Yang Maha Esa untukku dan untuk kalian, maka mohonlah ampun kepada-Nya. Sesungguhnya Dia Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.



*Mudir Ma’had Aly Hasyim Asy’ari Tebuireng Jombang.


PakarPBN

A Private Blog Network (PBN) is a collection of websites that are controlled by a single individual or organization and used primarily to build backlinks to a “money site” in order to influence its ranking in search engines such as Google. The core idea behind a PBN is based on the importance of backlinks in Google’s ranking algorithm. Since Google views backlinks as signals of authority and trust, some website owners attempt to artificially create these signals through a controlled network of sites.

In a typical PBN setup, the owner acquires expired or aged domains that already have existing authority, backlinks, and history. These domains are rebuilt with new content and hosted separately, often using different IP addresses, hosting providers, themes, and ownership details to make them appear unrelated. Within the content published on these sites, links are strategically placed that point to the main website the owner wants to rank higher. By doing this, the owner attempts to pass link equity (also known as “link juice”) from the PBN sites to the target website.

The purpose of a PBN is to give the impression that the target website is naturally earning links from multiple independent sources. If done effectively, this can temporarily improve keyword rankings, increase organic visibility, and drive more traffic from search results.

Jasa Backlink

Download Anime Batch