Wisuda Pondok Putri, Gus Fahmi: Ini Bukan Akhir, Tetapi Awal Perjuangan Menuntut Ilmu


Kepala Pondok Putri Pesantren Tebuireng, KH. Fahmi Amrullah Hadziq memberikan sambutan kepada para wisudawan melalui tayangan video dari Mekkah (foto: albii)

Tebuireng.online– Pondok Putri Pesantren Tebuireng menggelar Wisuda Bilghaib VIII, Binnadhar XIV, Juz ‘Amma XIV, dan Purna Santri yang diikuti sebanyak 306 santri, Sabtu (23/5/2026). Kegiatan tersebut berlangsung di lapangan Pesantren Tebuireng, dengan dihadiri para wali santri, pengurus, pembina, serta dewan asatidz.

Baca Juga: 304 Santriwati Tebuireng Ikuti Wisuda Bil Ghaib hingga Purna Santri

Pada kesempatan tersebut, Kepala Pondok Putri Pesantren Tebuireng, KH. Agus Fahmi Amrullah Hadziq, menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh wisudawati melalui tayangan video. Hal itu dikarenakan beliau tengah menjalankan ibadah haji di Tanah Suci.

Dalam pesannya, beliau menegaskan agar para santri tidak berhenti berproses setelah diwisuda. Menurutnya, wisuda bukanlah akhir dari perjalanan menuntut ilmu, melainkan awal untuk terus meningkatkan kapasitas diri.

“Saya berpesan para wisudawati jangan hanya berhenti di tahap ini. Artinya setelah diwisuda jangan justru kemudian kalian berhenti. Jangan berhenti hanya di 30 juz bagi yang mengikuti program tahfiz atau hanya berhenti di 20 juz, 15 juz. Tetapi tingkatkan kemampuan itu,” ungkap beliau.

Majalah TebuirengIklan Tebuireng Online

Beliau juga menekankan bahwa santri program tahfiz tidak cukup hanya mampu menghafal Al-Qur’an, tetapi juga harus mampu menjaga dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.

“Tingkatkan kemampuan hafal Al-Qur’an agar benar-benar menjadi pribadi yang mengandung lafadzan wa maknan wa amalan Al-Qur’an. Begitu pula bagi yang mengikuti program bimbingan kitab kuning. Jangan hanya berhenti pada level hafalan Alfiyah, hafalan Jurumiyah,” sambungnya.

Baca Juga: Pondok Putri Tebuireng Anugerahkan Penghargaan bagi Wisudawati Terbaik 2026

Selain itu, beliau mengingatkan agar seluruh ilmu yang diperoleh selama mondok dapat diaplikasikan dalam kehidupan nyata, baik dalam kemampuan membaca kitab kuning, penguasaan bahasa, maupun program takhassus lainnya.

“Ini bukanlah akhir tetapi awal. Sehingga lanjutkan sampai kalian mampu mengaplikasikan dan menerapkan ilmu yang kalian dapatkan itu dengan praktik mampu membaca kitab kuning. Demikian pula yang program bahasa dan juga program takhassus. Semuanya jangan pernah berhenti hanya karena setelah diwisuda, tetapi ini adalah baru awal,” tutur beliau.

“Karena setelah ini kalian harus berjuang melanjutkan proses thalabul ilminya,” imbuhnya.

Di akhir pesan, beliau turut menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pengurus, pembina, asatidz, ustazat, dan guru-guru yang telah mendampingi proses pendidikan para santri.

“Kami ucapkan terima kasih khususnya kepada para asatid wal ustazat yang telah tidak kenal lelah mencurahkan tenaga, pikiran, dan juga waktunya untuk membimbing para santri semuanya sehingga sampai pada tahap ini,” ujarnya.

Baca Juga: Gelar Wisuda Purnasiswa, Tebuireng Lepas 879 Wisudawan Tingkat SD dan SLTP

Beliau juga mendoakan semoga segala pengabdian para guru menjadi sedekah jariyah di sisi Allah SWT dan menyampaikan permohonan maaf kepada wali siswa apabila dalam proses pendidikan masih terdapat kekurangan.

“Semoga itu semua menjadi amal jariyah panjenengan semuanya di sisi Allah Subhanahu Wa Ta’ala yang menjadi ilmu yang yuntafa’ bih. Juga mohon maaf khususnya kepada para wali santri apabila selama proses pendidikan putri-putri Bapak Ibu semuanya ada kekurangan di sana-sini,” pungkasnya


Pewarta: Dimas Setyawan
Editor: Rara Zarary


PakarPBN

A Private Blog Network (PBN) is a collection of websites that are controlled by a single individual or organization and used primarily to build backlinks to a “money site” in order to influence its ranking in search engines such as Google. The core idea behind a PBN is based on the importance of backlinks in Google’s ranking algorithm. Since Google views backlinks as signals of authority and trust, some website owners attempt to artificially create these signals through a controlled network of sites.

In a typical PBN setup, the owner acquires expired or aged domains that already have existing authority, backlinks, and history. These domains are rebuilt with new content and hosted separately, often using different IP addresses, hosting providers, themes, and ownership details to make them appear unrelated. Within the content published on these sites, links are strategically placed that point to the main website the owner wants to rank higher. By doing this, the owner attempts to pass link equity (also known as “link juice”) from the PBN sites to the target website.

The purpose of a PBN is to give the impression that the target website is naturally earning links from multiple independent sources. If done effectively, this can temporarily improve keyword rankings, increase organic visibility, and drive more traffic from search results.

Jasa Backlink

Download Anime Batch