Tebuireng.online— Kompetisi 17th MBI Big Fair yang diselenggarakan oleh MBI Pondok Pesantren Amanatul Ummah Pacet menjadi ajang persaingan bagi ratusan pelajar dari berbagai wilayah di Jawa Timur. Dalam ajang tersebut, tim dari MTs Salafiyah Syafiâiyah Tebuireng berhasil meraih juara 5 pada cabang lomba IRHAMNA (Olimpiade Pendidikan Agama Islam).
Prestasi tersebut diraih oleh Muhammad Ihab Nashwan dan Puji Kurniawan Saputra dari kelas 8C yang sukses melewati tiga tahapan lomba, mulai dari penyisihan, semifinal, hingga final. IRHAMNA sendiri merupakan olimpiade yang menguji pengetahuan peserta dalam berbagai bidang keislaman, seperti Al-Qurâan, fiqih, sejarah Islam, dan bahasa Arab.
Baca Juga:Â Siswi MTs Salafiyah Syafiâiyah Raih Juara Harapan dalam Ajang JMC
Dalam kompetisi ini, MTs Salafiyah Syafiâiyah Tebuireng mengirimkan tiga tim delegasi. Selain tim yang meraih juara, terdapat pula pasangan Najla Azzawiyah dan Kirana Rizqi Aisyah, serta Faliska Sabrina Dewi Shinta dan Nazela Dewi Humairah. Dari total 187 tim peserta yang berasal dari berbagai daerah di Jawa Timur, tim Muhammad Ihab Nashwan dan Puji Kurniawan Saputra berhasil menunjukkan kemampuan terbaiknya hingga menempati posisi lima besar dan membawa pulang trofi serta uang pembinaan sebesar Rp500.000.
Pembina tim, Ustadz Miftachur Rahman, menyampaikan bahwa keikutsertaan dalam lomba ini bertujuan untuk mengasah kemampuan berpikir serta memperdalam pemahaman siswa dalam bidang Pendidikan Agama Islam. Ia juga menjelaskan bahwa proses latihan dilakukan selama kurang lebih satu bulan dengan metode yang terstruktur, mulai dari penguatan hafalan hingga latihan soal berbasis analisis.

âMengikuti Olimpiade Pendidikan Agama Islam (PAI) memberikan dampak positif yang luas bagi siswa, baik dari sisi akademis, karakter, maupun spiritual,â ujarnya.
Baca Juga:Â 3 Siswa MTs Salafiyah Syafiâiyah Rebut Juara Open Turnamen Catur se-Jawa Timur
Ia juga mengakui adanya tantangan selama proses pelatihan, terutama dalam hal manajemen waktu. âKesulitan utamanya adalah mengatur waktu, karena antara pembimbing dan siswa sama-sama memiliki tugas dan kewajiban mengajar serta belajar,â tambahnya.
Atas capaian tersebut, ia mengungkapkan rasa bangganya. âKami merasa bangga atas pencapaian ini, dan berharap kemenangan ini bisa menjadi motivasi bagi siswa lain serta membuka ruang kolaborasi untuk saling berbagi metode belajar,â ungkapnya.
Menurut ustadz Miftah ini diharapkan mampu menjadi motivasi bagi seluruh siswa MTs Salafiyah Syafiâiyah Tebuireng untuk terus mengembangkan potensi dan meningkatkan semangat belajar, baik dalam bidang akademik maupun keagamaan.
Pewarta: palung
Editor: Rara Zarary
PakarPBN
A Private Blog Network (PBN) is a collection of websites that are controlled by a single individual or organization and used primarily to build backlinks to a “money site” in order to influence its ranking in search engines such as Google. The core idea behind a PBN is based on the importance of backlinks in Google’s ranking algorithm. Since Google views backlinks as signals of authority and trust, some website owners attempt to artificially create these signals through a controlled network of sites.
In a typical PBN setup, the owner acquires expired or aged domains that already have existing authority, backlinks, and history. These domains are rebuilt with new content and hosted separately, often using different IP addresses, hosting providers, themes, and ownership details to make them appear unrelated. Within the content published on these sites, links are strategically placed that point to the main website the owner wants to rank higher. By doing this, the owner attempts to pass link equity (also known as “link juice”) from the PBN sites to the target website.
The purpose of a PBN is to give the impression that the target website is naturally earning links from multiple independent sources. If done effectively, this can temporarily improve keyword rankings, increase organic visibility, and drive more traffic from search results.