Ibadah yang Diwajibkan Menyambut Ramadhan – KonsultasiSyariah.com

Pertanyaan:

Adakah amalan khusus yang disyariatkan bagi seorang muslim dalam merayakan bulan Ramadhan?

Jawaban:

Bulan Ramadhan merupakan bulan terbaik dalam setahun, karena Allah Subḥānahu wa Ta’ālā memilihnya dengan menjadikan puasa pada bulan ini sebagai kewajiban dan sebagai rukun keempat rukun Islam. Allah Subhanahu Wa Ta’ala juga memerintahkan umat Islam untuk melaksanakan shalat malam. Hal ini sebagaimana sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam: “Islam dibangun atas lima hal: Bersaksi bahwa tidak ada Tuhan yang benar selain Allah dan bahwa Muhammad adalah utusan Allah, mendirikan shalat, menunaikan zakat, berpuasa di bulan Ramadhan, dan menunaikan haji ke Baitullah.” (HR. Bukhārī dalam Surat Al-Īmān (Bab Islam Dibangun di Atas Lima Hal) nomor 8, dan Muslim dalam surat Arkān al-Islām nomor 16).

Beliau juga bersabda: “Barangsiapa yang shalat malam Ramadhan karena iman dan mengharapkan pahala, maka dosa masa lalunya akan diampuni.” (Diriwayatkan oleh Bukhārī dalam Kitab Shalat TarawihBab Malam Prioritas Lailatul Qadr nomor 2014, dan Umat Islam dalam Kitab Salat Musafir dan Menggasar dalam Bab Anjuran Salat Malam Bulan Ramadan nomor 760).

Saya tidak mengetahui ada amalan khusus dalam merayakan Ramadhan kecuali seorang muslim menyambutnya dengan suka cita, gembira, bahagia, dan bersyukur kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala karena telah diberikan kehidupan hingga Ramadhan, serta diberikan taufik untuk menjadi orang yang berlomba-lomba dalam beramal shaleh. Mencapai bulan Ramadhan merupakan nikmat yang luar biasa dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

Oleh karena itu Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam memberikan kabar gembira kepada para sahabatnya tentang datangnya Ramadhan, menjelaskan pentingnya, dan pahala besar yang Allah Subhanahu Wa Ta’ala siapkan bagi orang yang berpuasa dan menunaikan shalat malam. Bagi seorang muslim diwajibkan menyambut bulan suci ini dengan bertaubat ikhlas, mempersiapkan puasa, dan menunaikan shalat malam dengan niat baik dan tekad ikhlas. (Diterbitkan di Majalah Ad-Dakwah nomor 1284 pada 5/9/1411 H, dikutip dari Majmūʿ Fatāwā wa Maqālāt asy-Syaikh Ibni Bāz 15/9).

Syaikh Bin Baz

Sumber:

Sumber artikel PDF

🔍 Masuk Islam, Pasik Adalah, Kurban Untuk Orang Lanjut Usia Yang Telah Meninggal, Istri Nabi Musa, Qasidah Sholawat Nabi

Dikunjungi 173 kali, 1 kunjungan hari ini


Tampilan Postingan: 166

QRIS Donasi Yufid

PakarPBN

A Private Blog Network (PBN) is a collection of websites that are controlled by a single individual or organization and used primarily to build backlinks to a “money site” in order to influence its ranking in search engines such as Google. The core idea behind a PBN is based on the importance of backlinks in Google’s ranking algorithm. Since Google views backlinks as signals of authority and trust, some website owners attempt to artificially create these signals through a controlled network of sites.

In a typical PBN setup, the owner acquires expired or aged domains that already have existing authority, backlinks, and history. These domains are rebuilt with new content and hosted separately, often using different IP addresses, hosting providers, themes, and ownership details to make them appear unrelated. Within the content published on these sites, links are strategically placed that point to the main website the owner wants to rank higher. By doing this, the owner attempts to pass link equity (also known as “link juice”) from the PBN sites to the target website.

The purpose of a PBN is to give the impression that the target website is naturally earning links from multiple independent sources. If done effectively, this can temporarily improve keyword rankings, increase organic visibility, and drive more traffic from search results.

Jasa Backlink

Download Anime Batch