Tebuireng.online— Yayasan KH. M. Hasyim Asy’ari Pesantren Tebuireng menggelar sosialisasi Anggaran Rumah Tangga (ART). Hal ini dimaksudkan guna kelancaran program pesantren dalam kepengurusan periode ini setelah dilakukan peninjauan. Kegiatan sosialisasi yang dilaksanakan pada Sabtu (9/5/2026) ini berlokasi di aula lantai 1 gedung Yusuf Hasyim Pesantren Tebuireng.
Baca Juga: Serah Terima Jabatan dan Silaturahmi Yayasan Kiai Haji Hasyim Asy’ari
Sementara itu Pengasuh Pesantren Tebuireng, KH. Abdul Hakim Machfudz, berhalangan untuk menghadiri acara dan menitipkan amanah untuk hadirin. Bahwa Yayasan dan Pesantren Tebuireng semua adalah dzurriyah KH. Hasyim Asy’ari. Gus Kikin mengajak seluruh bagian dari Pesantren Tebuireng agar senantiasa berkhidmat untuk memajukan dan mengembangkan Tebuireng.
Hadir dalam acara ini, Mudir 1 Dr. H. Abdul Ghofar, Mudir 2 Gus H. Muhammad Hasyim, Mudir 3 H. Lukman Hakim, Mudir 4 H. Agus Abdul Mughni, Mudir 5 KH. Achmad Roziqi, LC., M.A., Mudir 6 KH. Muhammad Riza Yusuf, Ketua Yayasan KH. M. Hasyim Asy’ari, dewan pembina yayasan, pengurus yayasan, segenap dzurriyah Pesantren Tebuireng, kepala pondok, serta seluruh kepala Tebuireng Raya.
Acara dibuka dengan sambutan oleh Ketua Yayasan KH. Hasyim Asy’ari, Ir. H. Rifky Effendi Hardijanto. Beliau menyampaikan, setelah yayasan berdiri selama 42 tahun ini sejak tahun 1983, untuk pertama kalinya diadakan sosialisasi ART yang baru saja disusun.

“Jadi inilah kenapa kita susun, supaya produk-produk hukum yang kita hasilkan, surat keputusan dan sebagainya itu patokan hukum. Nantinya itu akan menjadi patokan hukum dari pada produk-produk hukum lain yang kita hasilkan,” terang Gus Rifky.
Baca Juga: Pesan dan Harapan Gus Kikin saat Serah Terima Jabatan Pengurus Yayasan

Selanjutnya, KH. Muhammad Irfan Yusuf selaku wakil dewan pembina yang berhalangan hadir, menyampaikan amanah melalui penayangan video. Beliau mengungkap acara ini memiliki tujuan agar semua bagian dari pesantren dapat menjalankan, memahami, dan melaksanakan dengan baik seluruh hal-hal yang diatur dalam ART.
Menteri Haji dan Umrah itu mengungkap, bahwa terdapat kesamaan visi antara NU dengan Pesantren Tebuireng. Menurutnya, NU adalah organisasi yang bergerak dibidang kemaslahatan. Sementara Pesantren Tebuireng bergerak dibidang pendidikan dan pengajaran. Maka dari itu diperlukan kesatuan dan kekompakan antar pengurus pondok untuk mengejar kemajuan dan kejayaan seperti dimasa lampau.
Baca Juga: Yayasan Khoiriyah Hasyim Seblak Sosialisasi Kepengurusan Baru
“Mudah-mudahan ini dapat menjadi upaya kita dalam meningkatkan mutu pendidikan di Tebuireng agar lebih berkembang sesuai dengan amanah Hadratussyaikh,” lanjut Gus Irfan. Ia juga berharap dzurriyah dapat menjalankan amanah dengan baik, termasuk juga guru, karyawan, dan seluruh bagian dari pesantren. Semua bertanggung jawab untuk mengembangkan amanah Hadratussyaikh.
Kemudian acara dilanjut dengan sosialisasi ART yang disampaikan oleh Hj. Mutia Farida selaku anggota dewan pembina dan Gus Fikri Hamdani selaku wakil bendahara. Setelah sosialisasi berakhir, dibukalah sesi tanya jawab yang menciptakan diskusi interaktif. Dalam diskusi membahas pentingnya transparansi pengelolaan keuangan pesantren dan yayasan, terutama pemisahan sumber dana seperti SPP, infak, dan hasil aset yayasan agar penggunaannya jelas dan dapat dipertanggungjawabkan.
Pengurus yayasan menjelaskan bahwa mereka telah membentuk beberapa kelompok kerja untuk membenahi administrasi, aset, keuangan, dan usaha karena selama ini data dan laporan keuangan belum terkonsolidasi dengan baik. Selain itu, dibahas pula pengembangan pendidikan dan penguatan sarana pesantren. Pengurus menekankan bahwa pendidikan dan keuangan merupakan dua aspek utama yang harus diperkuat bersama demi kemajuan pesantren.
Disisi lain, Ning Nurul Fatchiati selaku sekretaris yayasan, mengungkap bahwa tujuan sebenarnya dari kegiatan ini adalah menjalankan amanah rapat dewan pembina kami kan di yayasan yang dilaksanakan di tanggal 5 Februari 2026 di Jakarta.
“Dewan pembina yayasan ini memerintahkan pengurus harian untuk melaksanakan sosialiasasi ART supaya menjadi rujukan bersama dalam menjalankan amanah untuk Tebuireng dan lembaga lainnya,” ungkapnya saat diwawancarai.
Baca Juga: Yayasan Hasyim Asy’ari Pertahankan Full Day School Sejak 2008, Berikut Alasannya
Sosialisasi ART ini merupakan yang pertama kali dilakukan dan direncanakan melibatkan seluruh pihak yang menjadi pengampu maupun pelaksana sivitas di Pesantren Tebuireng. Disampaikan bahwa setelah sosialisasi ini kemungkinan masih akan muncul pertanyaan atau hal-hal yang baru terpikirkan dan dirasa belum jelas. Karena itu, peserta dipersilakan untuk menyampaikan pertanyaan dan pengurus terbuka untuk menerima masukan maupun menjembatani komunikasi dengan Dewan Pembina.
Pengurus juga menegaskan bahwa mereka tidak memiliki kewenangan untuk mengambil keputusan atau menetapkan kebijakan strategis yayasan. Kewenangan tersebut berada pada Dewan Pembina, termasuk dalam hal ART yayasan. Oleh karena itu, sosialisasi disampaikan langsung oleh Bu Nyai Mutia selaku anggota Dewan Pembina yang juga memiliki latar belakang hukum sebagai notaris, sehingga dinilai memahami secara mendalam persoalan AD/ART dan tata kelola yayasan.
Pewarta: Helfi Livia
Editor: Rara Zarary
PakarPBN
A Private Blog Network (PBN) is a collection of websites that are controlled by a single individual or organization and used primarily to build backlinks to a “money site” in order to influence its ranking in search engines such as Google. The core idea behind a PBN is based on the importance of backlinks in Google’s ranking algorithm. Since Google views backlinks as signals of authority and trust, some website owners attempt to artificially create these signals through a controlled network of sites.
In a typical PBN setup, the owner acquires expired or aged domains that already have existing authority, backlinks, and history. These domains are rebuilt with new content and hosted separately, often using different IP addresses, hosting providers, themes, and ownership details to make them appear unrelated. Within the content published on these sites, links are strategically placed that point to the main website the owner wants to rank higher. By doing this, the owner attempts to pass link equity (also known as “link juice”) from the PBN sites to the target website.
The purpose of a PBN is to give the impression that the target website is naturally earning links from multiple independent sources. If done effectively, this can temporarily improve keyword rankings, increase organic visibility, and drive more traffic from search results.