Dalam sebuah hadis tentang gotong royong antar umat Islam disebutkan:
Dari riwayat Abdullah bin Umar radhiyallahu ‘anhu keduanya: Rasulullah SAW bersabda: Seorang muslim adalah saudara seorang muslim. Dia tidak menindasnya atau siapa pun yang membutuhkan saudaranya, maka Allah akan memenuhi kebutuhannya. Dan siapa yang meringankan kesusahan seorang muslim, maka Allah akan melepaskannya dari salah satu kesusahan di hari kiamat. Hari Kebangkitan, dan barangsiapa yang melindungi seorang muslim, maka Allah akan melindunginya pada hari kiamat. Diriwayatkan oleh Al-Bukhari dalam Kitab Ketidakadilan: -Bab: Seorang muslim tidak boleh menindas muslim lain, dan tidak boleh mengkhianatinya.
Dari Abdullah bin Umar ra berkata: Rasulullah SAW. bersabda: Seorang muslim adalah saudara bagi sesama muslim, jangan menganiayanya dan jangan biarkan orang lain menganiayanya. Dan siapa yang menyampaikan keinginan saudaranya, maka Allah akan mengabulkan keinginannya. Dan siapa yang meringankan kesulitan seorang muslim, maka Allah akan meringankan kesulitannya di hari kiamat, dan siapa yang menutup aurat seorang muslim, maka Allah akan menutupinya di hari kiamat.. (HR. Al-Bukhari dan Muslim).
Saling mengenal merupakan dasar saling berhubungan di antara sesama manusia. Islam dalam hal ini tidak hanya sekedar menghimpun sejumlah manusia banyak atau sedikit, tetapi menghimpun sejumlah kebenaran yang memantapkan hubungan-hubungan yang benar antara manusia dengan Tuhanya, di samping hubungan antara manusia itu sendiri. Islam sendiri ialah ajaran yang sangat mengutamakan persaudaraan. Entah itu dalam satu agama maupun antar agama.
Hal demikian karena Islam adalah agama yang damai dan menyukai kedamaian. Tentu kedamaian tidak akan pernah tercipta tanpa adanya persaudaraan. Persaudaraan, saat ini menemukan keurgensiannya. Karena ditengah derasnya laju globalisasi seseorang cenderung abai terhadap saudaranya. Mereka bersikap apatis terhadap saudaranya, dan yang lebih parah adalah apabila mereka berbeda pendapat mereka akan saling menghina atau bahkan saling membunuh. Tentu hal yang seperti ini tidaklah diharapkan.

Dan Islam sebagai agama cinta sangat menolak hal-hal seperti itu, Islam juga sangat menganjurkan pemeluknya untuk mendamaikan saudaranya yang bertengkar. Dengan mendamaikan saudara-saudara yang berselisih diharapkan mampu menjaga persatuan umat. Dan tentunya dengan bersatunya komunitas ini, kemajuan akan segera tercapai. Oleh karena itu berbuat baiklah kepada saudaramu, jika kamu mampu berbuat baik maka lakukanlah, karena mereka tidak akan menanyakan apa agama dan sukumu.
Hadis Rasulullah saw. juga menunjukkan bahwa sesama muslim adalah saudara, bagaimana petunjuk Nabi saw. mengenai ukhuwah Islamiyah secara langsung melalui hadis ini dengan mengajarkan prinsip yang paling mendasar dalam Islam. Yaitu prinsip kemanusiaan melalui ajaran persaudaraan.. Sesama kita adalah saudara. Sehingga, satu sama lain, di antara kita, diharamkan untuk saling merendahkan, mencibir, menghina, apalagi menzalimi.
Adalah sudah masuk tindak kejahatan, jika seseorang sudah berani merendahkan orang lain. Jika merendahkan saja dianggap buruk dan jahat, apalagi tindakan-tindakan yang menodai martabat dan harga diri, melukai jiwa dan kehormatan, serta merusak harta seseorang. Islam adalah agama yang mengajarkan kasih sayang, tentang semangat mempererat tali persaudaraan, kepedulian, dan keikhlasan dalam berbuat baik kepada sesama.. Ajaran kasih sayang ini termaktub dengan jelas disumber utama agama Islam yaitu Al-Quran dan Hadist. Allah menegaskan bahwa tidak boleh ada hubungan apa pun di antara orang beriman selain ukhuwah. Seperti dalam firman-Nya yaitu :
Orang-orang beriman hanyalah bersaudara, maka berdamailah di antara saudara-saudaramu, dan bertakwalah kepada Allah agar kamu mendapat rahmat.
“Sesungguhnya orang-orang mukmin itu bersaudara, maka berdamailah antara kedua saudaramu (yang berselisih) dan bertakwalah kepada Allah agar kamu mendapat rahmat.” (Q.S. al-Hujuraat: 10).
Kalau pun berbisnis maka tetap dalam koridor ukhuwah, berpolitik juga dalam ukhuwah, dan lain-lain. Ketika menafsirkan ayat ini, Imam Ibnu Katsir mengutip beberapa hadis, di antaranya:
Seorang Muslim adalah saudara seorang Muslim. Dia tidak menindasnya atau mengkhianatinya.
“Seorang Muslim adalah saudara Muslim lainnya, dia tidak bisa menganiayanya dan tidak bisa menjatuhkannya”.
Hadis inilah yang menjadi bahasan utama dari penulis tentang perintah untuk saling tolong-menolong dan solidaritas antar manusia sebagai bentuk kepedulian kita terhadap apa yang telah menimpa saudara kita di Palestina. Dikuatkan lagi dengan hadis sahih lain, diantaranya yaitu:
Dan Allah menolong hamba itu selama hamba itu menolong saudaranya
“Allah selalu menolong hambanya, selama hamba itu selalu menolong saudaranya”.
Ketika seorang muslim mendoakan saudaranya di belakang punggungnya, maka malaikat berkata: Amin, begitu pula kamu.
“Apabila seorang muslim mendoakan kebaikan saudaranya tanpa sepengetahuan orang yang bersangkutan, maka malaikat pun mempercayainya dan berdoa, “Semoga mendapat hal serupa.”
Perumpamaan orang-orang beriman dalam saling mencintai, menyayangi, dan berkomunikasi ibarat satu tubuh. Jika salah satu bagiannya mengeluh, maka seluruh tubuh akan menderita demam. Dan begadang
“Perumpamaan orang-orang mukmin dalam persahabatan kasih sayang dan persaudaraannya sama dengan satu tubuh. Apabila salah satu anggotanya merasa sakit, maka rasa sakitnya itu menjalar ke seluruh tubuh menimbulkan demam dan tidak dapat tidur (istirahat)”.
Mukmin bagi mukmin ibarat sebuah bangunan yang salah satu nya menopang yang lain.
“Orang-orang mukmin (terhadap mukmin lainnya) ibarat sebuah bangunan, saling menguatkan satu sama lain. Kemudian Rasulullah sallallahu alaihi wasallam mengatupkan jari-jarinya”.
Ukhuwah adalah ikatan persaudaraan paling kuat dan paling abadi. Ukhuwah islamiah melampaui sekat geografis, melampaui kesukuan, provinsi bahkan batas negara. Ukhuwah islamiah tidak mengenal kasta, tak memandang rupa, bukan warna kulit yang menjadikan mulia. Ukhuwah islamiah semata memandang manusia hanya karena kesamaan iman, disatukan kalimat Allah yang Maha Tinggi, disucikan dari ambisi duniawi; semua bersatu sebagaimana Allah perintahkan dari dunia sampai akhirat. Ia lebih kuat dari persaudaraan sedarah. Karena sekalipun sedarah jika sudah beda illah maka putus sudah persaudaraan. Ia lebih kuat dari persaudaraan karena apa pun, ia lebih mulia dari ikatan apa pun karena ia diikat dengan perintah Tuhan.
Namun demikian, ada segelitir pemeluk agama Islam yang berhaluan fundamentalis yang mereka tidak mau bersaudara dengan sesama manusia dan hanya mau bersaudara dengan kelompoknya saja. Tentu hal demikian membuat orang diluar Islam akan mengalami phobia terhadap Islam. Dan hal yang seperti ini tidaklah diharapkan. Islam sebagai agama penuh kasih sayang sangat menolak hal demikian. Tidak ada agama yang seperti Islam, Islam menaruh perhatian yang besar terhadap masalah membantu orang lain dan pemenuhan kebutuhan (hajat) mereka, sampai-sampai Nabi semoga Allah memberkati dia dan memberinya kedamaian menganggap perbuatan membantu orang lain sebagai bagian dari iman.
Seperti yang diutarakan Nabi semoga Allah memberkati dia dan memberinya kedamaian dalam hadis itulah pembahasan pokok mengenai hal ini; Jiwa, kehormatan, dan kekayaan seseorang adalah suci dan terhormat. Dilarang dilecehkan, dilecehkan, dan disita. Hal ini menunjukkan betapa Islam hadir demi kebaikan dan rahmat bagi manusia. Perjanjian ini menegaskan hak asasi manusia; hak untuk hidup (darah), hak ekonomi (hak milik), dan hak sosial (kehormatan).
Pada akhirnya kita mengetahui sejauh mana perhatian Nabi SAW terhadap masalah menolong orang lain dan mencintai kebaikan bagi mereka, termasuk Rasulullah SAW. semoga Allah memberkati dia dan memberinya kedamaian menganggap bahwa perbuatan apapun yang dilakukan, baik berupa melepaskan salah satu kesulitan dari kesulitan-kesulitan duniawi seorang muslim, atau menutupi aibnya atau memenuhi kebutuhannya, maka Allah Subhanahu Ta’ala akan memberikan kepada mereka dengan balasan yang berlipat ganda dari apa yang telah mereka lakukan di dunia. Dan Islam tidak hanya memerintahkan untuk membantu orang lain serta tidak boleh menelantarkan muslim lainnya, akan tetapi juga memerintahkan untuk menahan diri dari mengganggu mereka dan tidak menyakiti mereka, saling mendukung, memuliakan, dan menghargai satu sama lain.
Jika demikian, maka segala tindakan penghinaan terhadap perempuan, pelecehan, marginalisasi, kezaliman, dan segala bentuk kekerasan terhadap mereka adalah sesuatu yang sama sekali tidak direstui Rasulullah. semoga Allah memberkati dia dan memberinya kedamaiansekalipun didukung tafsir-tafsir tertentu. Hal-hal yang dapat merusak ukhuwah termaktub dalam ayat maupun hadis. Dalam sebuah hadis, Rasulullah bersabda:
Dari hadis Abu Hurairah, bahwasanya Rasulullah SAW bersabda: Waspadalah terhadap prasangka, karena prasangka adalah hadits yang paling batil, dan janganlah merasa, janganlah kamu memata-matai, dan janganlah saling adu domba, janganlah kamu saling iri hati, janganlah kamu bermusuhan satu sama lain, dan janganlah kamu saling berpaling, dan jadilah hamba Allah sebagai saudara (HR. Muslim).
“Dari Abu Hurairah berkata, bahwa Rasulullah damai sejahtera baginya bersabda: “Hindarilah prasangka buruk, karena prasangka buruk adalah ucapan yang paling salah. Jangan mencari masalah; jangan mencari-cari kesalahan; jangan saling bersaing; jangan saling dengki; jangan saling mencaci-maki; dan jangan saling membelakangi (bermusuhan). Namun, jadilah hamba-hamba Allah yang bersaudara satu sama lain.“. (HR. Muslim, Hadits No. 4646).
Baca Juga: Membantu Orang Lain Adalah Membantu Diri Sendiri
Penulis: Dimas Setyawan Saputro
Editor: Sutan
Berita Terkini
Berita Terbaru
Daftar Terbaru
News
Jasa Impor China
Berita Terbaru
Flash News
RuangJP
Pemilu
Berita Terkini
Prediksi Bola
Technology
Otomotif
Berita Terbaru
Teknologi
Berita terkini
Berita Pemilu
Berita Teknologi
Hiburan
master Slote
Berita Terkini
Pendidikan
Resep
Jasa Backlink
Slot gacor terpercaya
Anime Batch